Seiring dengan terbukanya dunia informasi di internet, masyarakat di tanah air semakin sadar akan pentingnya asuransi kesehatan. Mereka menyadari kebutuhan akan asuransi kesehatan setelah mereka dan anggota keluarganya sakit dan dirawat di rumah sakit dengan biaya tagihan rumah sakit yang mahal. Barulah mereka menyadari telah terlambat untuk mengambil asuransi kesehatan. Kalaulah mereka memiliki asuransi kesehatan maka biaya yang mahal itu akan terbayarkan secara lunas tanpa perlu menjual rumah atau emas.

Tujuan nasabah untuk mengikuti asuransi kesehatan tak lain adalah untuk mendapatkan perlindungan dari biaya kesehatan yang mahal. Karena mereka dan anggota keluarganya sewaktu-waktu bisa sakit kronis dan membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar. Dengan memiliki asuransi maka ia dapat mengajukan klaim supaya dapat memperoleh biaya penggantian atau pertanggungan dari pihak perusahaan asuransi. Sehingga biaya kerugian dapat diatasi.

Perputaran uang dalam bisnis asuransi sangat besar. Contoh nyata saja dalam satu bulan, PT Prudential Indonesia mencatatkan diri mampu menghasilkan uang triliunan rupiah hanya dari pembayaran premi setiap bulan dari para nasabahnya. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab dengan melakukan modus penipuan asuransi hanya untuk meraup keuntungan bagi dirinya sendiri.

Oleh karena itu, kita mesti berhati-hati terhadap adanya modus penipuan asuransi terbaru maupun yang lama. Jangan sampai kita menjadi korban penipuan mereka. Dengan cara tidak gampang mempercayai setiap tenaga marketing atau agen asuransi yang menjanjikan kemudahan dan uang yang besar.

Berbagai pihak yang terkait dalam bisnis asuransi dapat melakukan penipuan asuransi. Dan penipuan terjadi jika ada niat dan kesempatan. Misalkan nasabah asuransi dapat melakukan penipuan dengan cara melakukan rekayasa kecelakaan atau sakit yang direncanakan sehingga ia mendapatkan biaya santunan.

Begitu pula seorang sales atau agen asuransi dapat melakukan penipuan dengan cara menaikkan biaya premi untuk keuntungan dirinya semata. Kemudian perusahaan asuransi dapat melakukan penipuan dengan janji kepada nasabahnya akan mendapatkan uang premi kembali dan lain sebagainya. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Berbagai modus dilakukan orang dalam mencari keuntungan untuk pribadinya. Dengan cara baik dan tak baik. Yang haram dan terlarang adalah mencari uang dengan cara seperti menipu atau mencuri. Modus lain yang dilakukan bisa berupa menipu iming-iming investasi. Dan sangat mungkin, modus penipuan asuransi dijalankannya untuk mendapatkan laba dari biaya premi yang dibayarkan konsumen.

Lalu apakah asuransi kesehatan Prudential termasuk penipuan? Berdasarkan riset yang dilakukan penulis melalui Google bahwa asuransi Prudential tidak terkait unsur penipuan. Tidak ada orang yang mengaitkan dengan penipuan. Hal ini sangat beralasan karena Prudential adalah perusahaan asuransi terkemuka dan terpercaya di Indonesia. Dengan jaringan nasabah di seluruh dunia.

Kasus Penipuan Asuransi

Penipuan asuransi bukan hanya dapat dilakukan oleh pihak perusahaan asuransi. Dengan menjanjikan janji-janji manis yang tak sesuai kenyataan. Namun dapat juga dilakukan oleh para nasabahnya. Mereka melakukan rekayasa kecelakaan atau sakit demi mendapatkan biaya santunan atau biaya pertanggungan dari perusahaan asuransi sebesar ratusan juta rupiah. Diantara mereka ada yang tertangkap oleh pihak kepolisian dan dijatuhi hukuman berat.

Modus Penipuan Lewat Telepon Terbaru

Seiring dengan situasi lowongan pekerjaan baru yang semakin sulit dan harga kebutuhan pokok yang terus naik membuat sebagian orang mengambil jalan pintas yakni melakukan penipuan. Salah satu media yang dipergunakan adalah asuransi. Dengan cara penipuan telemarketing asuransi.

Cara  Menghindari Modus Penipuan Asuransi

Beberapa pihak seperti Kepolisian, Bank dan Otoritas Jasa Keuangan mewanti-wanti kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan asuransi. Tapi kenapa masih banyak orang yang tertipu? Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap asuransi. Mereka awam terhadap apa itu asuransi, mekanisme kerja dan bagaimana cara mendapatkannya.

Oleh sebab itulah, penulis akan memberikan tips menghindarkan diri dari penipuan berkedok asuransi. Berikut cara menghindari modus penipuan asuransi yang bisa anda lakukan, antara lain:

1.Jangan langsung percaya pada perkataan agen asuransi sebelum anda mengecek secara langsung

Seringkali yang membuat seseorang tertipu adalah langsung percaya dengan perkataan agen asuransi yang menjanjikan uang pertanggungan yang sangat besar dan uang premi yang bisa diambil kembali beserta keuntungan.

2.Memahami mekanisme kerja perusahaan asuransi

Mekanisme kerja asuransi dimulai dari kesepakatan dua belah pihak antara perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko dan nasabah yang dikenakan kewajiban pembayaran premi setiap bulan. Jika asuransi yang dijalankan tak sesuai dengan kaidah ini maka anda perlu hati-hati. Ini mungkin penipuan modus asuransi.

Asuransi Kesehatan Prudential Bukanlah Penipuan

Berikut ini beberapa alasan asuransi kesehatan Prudential bukanlah penipuan, antara lain:

1.Mempunyai ijin resmi

Perusahaan asuransi kesehatan Prudential mengantongi ijin resmi dari Kementerian Keuangan dan Kementerian  Hukum RI.

2.Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

Asuransi kesehatan Prudential terdaftar di Otorias Jasa Keuangan sebagai asuransi sehat dan terpercaya. Perusahaan ini tidak masuk dalam kategori daftar asuransi hitam atau blacklist.

3.Memiliki banyak cabang

Perusahaan Asuransi Prudential Indonesia mempunyai banyak cabang yang tersebar di setiap daerah dan kota di seluruh Indonesia. Sehingga mempunyai kredibilitas yang baik dan tidak ada kaitan dengan penipuan.

4.Berpengalaman

Sudah 169 tahun, PT Prudential menjalani bisnis asuransi kesehatan dengan baik dan lancar. Jumlah nasabah semakin bertambah banyak dan mereka merasakan kenyamanan dan banyak manfaat yang bisa didapatkan setelah menjadi nasabah asuransi kesehatan Prudential. Manfaat berupa pembebasan biaya rawat inap di rumah sakit, biaya operasi dll.

Modus Penipuan Asuransi Terbaru

Untuk kasus penipuan asuransi terbaru terjadi di daerah Cilacap. Kronologisnya seorang karyawan perusahaan asuransi bagian pemasaran mengunjungi sebuah rumah dalam rangka mempromosikan produk asuransi kesehatan. Karyawan pemasaran itu berhasil meyakinkan calon nasabahnya. Ia menjanjikan dengan membayar uang sejumlah Rp 200 juta maka nasabah akan mendapatkan uang Rp 237 juta dalam satu tahun.

Pada keesokan hari, nasabah memberikan uang sebesar Rp 200 juta sebagai biaya perlindungan dan investasi. Lalu uang tersebut diterima karyawan asuransi itu. Tapi bukan disetorkan pada perusahaan asuransi tempatnya bekerja. Melainkan disimpan dalam rekening tabungannya di bank swasta.

Beberapa hari kemudian, nasabah mengecek saldo asuransinya dengan mendatangi kantor pusat perusahaan asuransi bersangkutan. Namun oleh pihak perusahaan mengkonfirmasi tidak adanya dana sebesar Rp 200 juta yang diterima pihak kantor. Hal tersebut membuat marah besar nasabah yang langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

Saat ini, Kepolisian Sektor Sidareja sedang mendalami kasus ini dan telah menangkap seorang tersangka. Menurut pengakuan tersangka, uang sebesar Rp 200 juta yang ia dapatkan dari salah seorang nasabahnya telah habis dipergunakan untuk membeli mobil mewah, membayar cicilan motor dan biaya kebutuhan hidup.

Tersangka terancam hukuman penjara selama lima tahun dengan pasal 372 dan 378 KHUP mengenai penggelapan uang dan penipuan. Semoga kejadian ini tidak berulang. Yang intinya jangan mudah percaya kepada agen atau pemasaran asuransi yang menjanjikan hal muluk dan manis tanpa bukti nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>